Rait naw em rilli won tu iit dis fettucini >_
(via pinkdynamites)
Rait naw em rilli won tu iit dis fettucini >_
(via pinkdynamites)
Pukul 3 dini hari. Aku terbangun sejam yg lalu dan ga sanggup memejamkan mata, tak ingin terlelap hingga fajar. Dan melewatkan panggilan sholatnya, shubuh hari.
Memandang wajah dua sahabat saya ini yg sudah terlelap. Lelah akan aktivitas yang cukup berat beberapa hari belakang. Aah mereka ini… Tak sanggup tak ada mereka. Mereka baik sekali. Dan aku selalu berharap persahabatan ini tidak hanya langgeng di dunia saja. Namun langgeng pula di kehidupan setelah mati (aamiin)
Hem, waktu yang disebut sepertiga malam belum tiba. Berbuat apa ya?
Membaca timeline akun sosmed Twitter ku, biasanya ada beberapa following ku yang mencurahkan kegundahan hatinya.
Teringat, aku juga suka melakukannya dulu. Yah, sekarang masih tapi aku kurangi.
Sebenarnya apa sih inti tulisan ini?! Heraaan.
Too much things I’m worried. Some new stuffs bothering me. But I’m not sure.
Aren’t about love, in the beginning. But, it grows such a feeling that I’m scared to. No I don’t wanna have this feeling anymore. I hate it. Because I’m afraid of being hurt by the truth which someday would come up.
Ok, enough for blabbering that feeling stuff.
Tiada kata kan kuumpakan. Habis kataku tuk lukis rasa. Ada yang lain. Rasa ini tlah kembali jadi pelita dalam hati. Harap tlah kukubur dalam2. Cintaku dalam dekapan doa. Rinduku dalam selimut mimpi. Doa selalu kuucap kepada-Nya.
Damai berbeda, semangat dalam asa, ketika mengingatmu. Karena mengingatmu pula mengingat-Nya.
Cinta yang suci dari nafsu, adalah sumber dari hati yang dijaga-Nya.
Masa depan milikku. Usaha dan kehendak-Nya yang menentukan. Ku munafikkan diri demi tak menduakan-Nya. Karena Ia adalah pencipta kedua rasa kita ini. Hanya Ia yang dapat menyatukannya.
Bayak yang bilang anak pertama itu percobaan. Dulu gue percaya. Gue sedikit iri sama masa depan adik-adik gue yg sudah orangtua gue rencanakan dari awal. Sudah disiapkan bagaiman-bagaimana mereka nantinya. Khususnya di bidang pendidikan. Sedangkan gue dilepas (sebenernya karena gue yg sedikit keras kepala sih hehe)
Bagaimana nanti jikalau gue sebagai sulung tidak sesukses adik-adik gue?
Beban akan masa depan sebagai anak perempuan pertama kadang terasa (seringnya nggak sih hahaha)
Tapi, semakin dewasa gue bisa mengambil poin menguntungkan dari posisi gue sebagai sulung. Notabene dibilang ‘percobaan’ jadi motivasi tersendiri buat gue. Dan, sebenernya orang tua benar-benar memberi keleluasaan buat gue memilih masa depan gue sendiri. Gue bebas mau jadi apa nantinya. Disinilah motivasi gue untuk membangun mimpi-mimpi gue sendiri, bukan mimpi orang lain. Yang nantinya mimpi gue adalah untuk orangtua, keluarga dan diri gue sendiri :)
kultwit sekilas tentang Nazarudin oleh @Triomacan2000 http://t.co/floYPtDk via @chirpstory — sazly munzir (@sazly_munzir)
(Source: leilockheart)
“@imehchibi meh lo galau akut ya? Ngeri banget itu twit2 lo — Zahra Maulida (@zhamaulida)”
Lol, mention yg tak terduga. Apakah terlihat begitu desperate? Hahaha. Yeah I should move on. Karena udah mulai ga sehat ini hati gue.
♡
(Source: leilockheart)
I admire you*
I like you*
I’m thinking of you*
I miss you*
I wish to meet you*
Note:
*sometimes. Kenapa sometimes karena gue ga mau bicara omong kosong. Pada nyatanya sering tapi ga selalu :’)
Happy twenty kembar tapi beda Nury & Yiyi. Si kembar cengos. Sengaja telat tiga hari bikin surprisenya (surprise yg bukan surprise). Hahahaha dua kali bikin surprise gagal mulu haha. Pas ulangtahun Ridwan juga bgt.
Ketika aku bosan. Aku menulis.Nurul Fathimah 19 tahun.
Aneh gak, sayang tapi ga bisa bersama dalam waktu yang lama. Sedikitnya waktu kebersamaan menjadi sebuah treasure tersendiri. Ingin cepat bertemu tapi tak bisa berlama-lama bersama.
Yeah. Gue banget itu. Berlaku ke semua orang yang gue sayang. Keluarga, maupun sahabat. Aneh gak sih? Selalu memikirkan dari jauh.
Dan selalu berfikir, apa yang sudah saya berikan kepada mereka?
Sikap yang tidak terbuka, bahkan kepada diri sendiri kadang membuat gue kurang bisa mengekapresikan perasaan gue dengan baik.
yang salah yang bikin soal apa yang jawab?
dari rindu SMA
MUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
Rindu dan rasa sepi yg fana kesekian kali.
Sibukkan diri tak miliki guna. Selalu dan seterusnya. Namun aku menikmatinya. Rindu yang manis. Hanya harapan-harapan buatku sesak bernafas. Harap ingin bersua. Memikirkan dirinya, layaknya insan mencinta.
Logika tak mampu membuatku waras. Ku pahami nyata. Perasaan ku sebaliknya. Ku siapkan diri untuk hal terburuk, selalu.
Selalu ku murnikan hati, mencintai dia karena Nya.
TUHAN tak pernah tidur. Ia Maha Mengetahui.