This is Story which I am In

persembahan untuk HARDIKNAS dari KAMMI Unpad dengan dua komisariat

Sedikit penyadaran: barat maju sebab meninggalkan agama, wajar karena masa lalu keagamaan mereka penuh dengan kemunduran dan penafikan ilmu pengetahuan. Lalu, timur (mungkin juga Indonesia) mundur sebab meninggalkan agama, tidak wajar karena sejarah keagamaan masyarakat timur penuh dengan kegemilangan agama. Maka, jangan sekalikali melupakan sejarah!
MAN (via ijonkmuhammad)
Kau dan aku, hanyalah sisasisa perasaan. Dari percakapan bermula hingga akal lupa dimana kita berada
(Ijonk Muhammad, Festival hal 91)
Kekecewaan tak beralasan

Katanya serba katanya.
Apa yang mereka harapkan dari kita tapi tak mereka beri juga harapan itu pada kita.
Katanya hanya katanya.
Entah kesalahan komunikasi atau memang begini kultur adanya.
Katanya sekedar katanya.
Seperti dinyalakan api juang saya tapu juga ia padamkan.
Semua terdengar hanya katanya.
Ingin berbuat sepertinya tapi tak ingin saudara/saudari di masa depan mengalaminya.

Keluargaku rumahku…
Saat jenuh dan lemah diri ini menghadapi persoalan satu yang aku harapkan. Bawa aku pulang. Tak ingin kembali untuk beberapa saat.
Kubayangkan wajah kedua orangtuaku… Kuselami memori aku dan adik-adik. Ku putar ulang nasihat sang nenek.
Sederhana keluarga ini. Tak sanggup aku bayangkan mereka pergi dari ku suatu saat nanti. Tak sanggup aku bayangkan aku tanpa mereka. Tapi itu adalah keniscayaan. Karena keluargaku adalah titipan Allah…
Terus berharap dan berdoa agar kita bertemu kembali di Syurga-Nya.
Aamiin.

Hati adalah urusan aqidah.
Hati adalah sentral.
Ketika hati mu baik maka baik keseluruhan, ketika hatimu buruk maka buruk keseluruhan.
Luput kita pada makanan hati…
Jasad ini yang selalu kuprioritaskan.
Akal ini ku nomorduakan dan hati ini seringkali ku lupakan.
Ingin selalu ku hidangkan hati dengan santapan yang akan membuat aku terus mengingat-Mu…
Ingin ku jaga hati ini agar dapat berfatwa kepadaku semata untuk menjaga keseluruhanku.

Sungguh jangan sampai orang bicara bahwa tidak ada lg rasa saling percaya di atara orang-orang muslim
Salman Al-Farisi

zahramaulida:

kenapa sih? kenapa dengan menikah muda? is there any problem?

they often said, menikah muda merusak mimpi, merusak cita-cita, dsb, dst. i really dont understand at all. terus apa masalahnya kalau ternyata Tuhan ngasih jodohnya cepat? no one even could resist the destiny.

terus skrg mau komentar…

Lemah pengetahuan tentang kanji itu bikin frustasi. Gue kuliah ngapain aja selama ini? *retorik* (ʃ_ƪ)
Imeh, sebel sama kanji

Mengenal partner kerja itu penting.
Dan hari ini gue melihat sisi atau sikap lain partner gue… Lucu aja… Dia yang keras ketika bertemu senior yg sudah dianggap abangnya sendiri, dia kaya bocah iseng yang kena jeweran tiap kali ceplas-ceplos :D
Dan itu lucu banget :))
Yakin, tadi itu si partner lagi banyak menarik kesimpulan juga tentang gue :))
Sampai bisa eye contact yang bikin orang obvious gituh. There is nothing, maybe its just chemistry about being partners :D

*random*

Yakin UTS tuh sebagian bentuk ujian kehidupan.
Yakin semua amanah ini hadir untuk menempa diri, agar dari logam mentah menjadi logam yang bermanfaat.
Yakin usaha sekecil apapun akan memeliki effect di masa depan.
Yakin usaha keras, doa, dan penyerahan diri adalah caranya.

Buktikan semua gagasan dengan beraksi.
Aksikan semangat belajarmu.
Aksikan loyalitasmu terhadap amanah.
Aksikan keimananmu kepada-Nya.

Bangun mimpi, revitalisasikan visi yang sudah usang.
Semangat!

Sepupu-sepupu & adik2ku sayang :’)

Sepupu-sepupu & adik2ku sayang :’)

sedikit tulisan untuk Nadya

NADYA adalah sebuah label fashion wardrobe milik gadis berusia 21 tahun  kelahiran Bekasi yang bernama lengkap Nadya. Label miliknya memang diambil dari namanya sendiri. Nadya sendiri masih aktif menuntut ilmu di STISI Telkom Bandung,  Fakultas Seni Rupa, Jurusan Kriya Tekstil dan Mode tingkat 3.  Tahun 2011 akhir  Nadya mencoba terjun ke dalam dunia entrepreneur, Ia membuat produk fashion bernama NADYA. Banyak hal yang melatarbelakangi, memotivasi Nadya membuat clothing line miliknya sendiri, passion nya pada dunia fashion moslem lah yang membuat Ia memberanikan diri merintis usahanya. Selain itu dikarenakan Nadya sedang menimba ilmu di dunia seni membuat pakaian, dunia entrepreneur adalah salah satu jalan dirinya mengembangkan kemampuan dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat di bangku perkuliahan.

Pada awalnya Nadya memulai usaha ini mengeluarkan modal sebesar Rp. 3.000.000 dari tabungannya sendiri. Dalam dua hari saja produk perdana NADYA sudah habis terjual. Nadya merasa ‘ketagihan’ membuat baju-baju. Dengan untung yang tak banyak dari jumlah kapital awal, Ia meneruskan karyanya. Kini, hasil penjualannya naik menjadi lebih dari 5 juta rupiah setiap kali produksi. Pertama kali, NADYA hanya dipasarkan melalui BlackBerry Messenger, Ia jual kepada teman-temannya sendiri sekitaran Bandung dan Bekasi. Setelah produksi ke dua kali hingga sekarang sudah  dalam proses koleksi ke 8 NADYA masih dipasarkan melalui jejaring sosial, seperti Twitter, Instagram, dan Facebook. Jaringan atau link ke komunitas fashion moslem adalah salah satu strageti utama pemasaran NADYA. Sekarang ini, konsumen NADYA selain gadis-gadis muda di sekitaran Bandung dan Bekasi saja, sekarang pelanggannya ada yang dari luar pulau Jawa, bahkan Malasyia. Ini semua berkat jejaring social miliknya.

Di awal merintis usaha ini, Nadya melakukan semua proses sendiri, namun, saat ini manajemennya sudah mulai diatur rapih dan dibantu beberapa teman dekatnya. Untuk marketing dan keuangan Nadya sudah bisa bernafas lega karena sudah diringankan bebannya oleh orang lain, sehingga Nadya banyak fokus pada produksi saja.

Seperti yang Nadya paparkan saat wawancara pada penulis, pengkonsepan ide disain  adalah sebuah tahap awal. Sebelum mendisain, Nadya akan menumpahkan inspirasinya pada mood board atau image board. Setelah itu dibuatlah disain yang minimal interest dari mood board atau image board teraplikasikan. Selanjutnya, Ia membuat pola dan sizepack sendiri yang lalu akan diberikan kepada vendor atau penjahit untuk diproduksi. Pemilihan bahanpun Nadya lakukan sendiri. Seringkali Ia belanja bahan baku di pasar-pasar bahan di sekitaran Bandung. Selama penjahitan Nadya rajin mengkontrol vendor agar hasil sesuai dengan disain. selanjutnya Nadya memfoto dan membuat gambar display produknya. seringkali Nadya melakukan project photo-shoot bersama dengan teman kuliahnya. Sangat bersyukur Nadya sendiri memahami tekhnik fotografi dan sedikit kemampuan disain grafis.

Produksi NADYA  menggunakan sistem butik yang setiap produksi terbatas jumlahnya dan dengan disain yang berbeda-beda.  Cutting disain NADYA adalah vintage yang diaplikasikan dengan bahan dan disain lain. Hal yang membuat NADYA yakin bahwa produknya berbeda dengan clothing line online yang lain adalah, bahwa disainnya bukanlah sekedar membuat baju, tetapi dengan proses sebagaimana mendisain. Nadya mengatakan konsep itu penting saat membuat disain.    Ia mengaplikasikan ilmu yang ia dapat. Kerap kali disainer itu dituntut untuk terus berinovasi, tidak hanya mengikuti tren tetapi membuat tren baru.  Nadya tidak takut dengan persaingan, maka dari itu Ia selalu berupaya membuat inovasi pada disain buatannya.

Kendala yang selama ini Nadya rasakan adalah terbaginya fokus diri. Nadya terbagi fokus antara kuliah dan bisnis. Ada kalanya kegiatan produksi tertahan karena agenda akademis yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Jadi, target pasar NADYA sendiripun belum bias massive sebagaimana diharapkan. Selain itu, karena belum memiliki showroom sendiri dan belum punya vendor tetap, penjahit suka seenaknya dan perlu didikan disiplin waktu (deadline). Terlepas dari kendala yang dialami Ia optimis dengan strategi sistem online yang dijalankan saat ini. Tujuannya sekarang biarkan NADYA menyebarluas dan diketahui khalayak banyak, sehingga target pasarpun akan meluas. Untuk jangka panjang Nadya akan membuka butiknya sendiri.

Nadya berpesan kepada penulis, jadi pengusaha itu harus berani gagal, berani memulai, berani meninggalkan zona aman, dan berani bangkit dari kegagalan. Tiada usaha yang sukses tanpa kemauan yang tinggi dan usaha yang gigih. Selama masih muda lakukanlah hal-hal positif sekecil apapun itu, demi meraih mimpi.               

lihat NADYA lebih di

Twitter: @NADYAmoslemwear

tak sepatutnya seorang mukmin takut terhadap selain Allah… pilihan-pilihan hidup punya porsi tantangan dan award masing-masing.
Doa, Ikhtiar, Tawakkal
imeh random

“Kenali rasa takutmu, cari tahu apa yang membuatmu takut, karena suatu saat ketidaktahuanmu akan ketakutanmu dapat menghancurkan” - Tenzin

takut dengan diri sendiri yang masih saja terpaku dalam zona nyamannya.
takut dengan diri sendiri yang masih saja terkena demotivasi.

pesan sang ayah “kuncinya selalu berfikir positif. percaya dirilah tetapi tetap tahu diri”