Pukul 3 dini hari. Aku terbangun sejam yg lalu dan ga sanggup memejamkan mata, tak ingin terlelap hingga fajar. Dan melewatkan panggilan sholatnya, shubuh hari.
Memandang wajah dua sahabat saya ini yg sudah terlelap. Lelah akan aktivitas yang cukup berat beberapa hari belakang. Aah mereka ini… Tak sanggup tak ada mereka. Mereka baik sekali. Dan aku selalu berharap persahabatan ini tidak hanya langgeng di dunia saja. Namun langgeng pula di kehidupan setelah mati (aamiin)
Hem, waktu yang disebut sepertiga malam belum tiba. Berbuat apa ya?
Membaca timeline akun sosmed Twitter ku, biasanya ada beberapa following ku yang mencurahkan kegundahan hatinya.
Teringat, aku juga suka melakukannya dulu. Yah, sekarang masih tapi aku kurangi.
Sebenarnya apa sih inti tulisan ini?! Heraaan.
Too much things I’m worried. Some new stuffs bothering me. But I’m not sure.
Aren’t about love, in the beginning. But, it grows such a feeling that I’m scared to. No I don’t wanna have this feeling anymore. I hate it. Because I’m afraid of being hurt by the truth which someday would come up.
Ok, enough for blabbering that feeling stuff.